UKM bukan sekadar label ekonomi. Di balik singkatan itu, ada jutaan wajah. Ada ibu rumah dengan berjualan dari dapur rumah.
Ada pemuda tangga yang mencoba membantu ekonomi keluarga yang memilih membangun usaha sendiri daripada menjadi karyawan. Ada pensiunan yang membuka warung kecil agar tetap produktif.
Ada yang berjualan tahu bulat keliling, membuka bengkel motor, menjual makanan ringan secara online, menjahit di rumah, atau bahkan mengelola bisnis digital yang berkembang dari nol.
Mereka semua disebut pelaku UKM. Mereka adalah pahlawan ekonomi sejati. Tapi sayangnya, dalam kenyataan sehari-hari, banyak dari mereka yang berjalan sendiri. Tidak tahu harus bertanya ke siapa saat ada kendala.
Tidak mengerti soal legalitas, perizinan, atau administrasi keuangan. Tidak punya akses ke pasar yang lebih luas. Dan tidak semua beruntung mendapat bimbingan atau pendampingan yang tepat.
Saya sering mendengar orang berkata, “UKM itu tulang punggung ekonomi nasional.” Kalimat itu benar, tapi terlalu sering hanya jadi slogan tanpa aksi nyata.
Maka saya menulis buku ini sebagai salah satu bentuk aksi nyata. Sebuah sumbangsih kecil yang lahir dari perjalanan panjang saya mendampingi UKM di berbagai daerah, terutama di Jawa Barat.
Buku ini bukan sekadar kumpulan teori bisnis. Ini adalah catatan lapangan, pengalaman nyata, cerita-cerita menyentuh, kegagalan yang menyadarkan, dan keberhasilan yang patut dirayakan.
Di dalamnya juga saya bagikan metode dan program yang kami jalankan di platform BOSUKM (Bikin Orang Sukses melalui Usaha Kecil Menengah), yang menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, UKM bisa benar-benar naik kelas.
Bagi kamu yang sedang memulai usaha, yang mungkin pernah gagal, atau yang sedang bingung di tengah jalan buku ini saya persembahkan untukmu.
Karena saya percaya, setiap pelaku UKM punya potensi besar, asal didukung dengan ilmu yang tepat, semangat yang tak padam, dan komunitas yang saling menguatkan.
Saya tidak menjanjikan jalan mulus. Tapi saya percaya, jalan yang berat akan terasa lebih ringan kalau kita tidak berjalan sendiri.
Selamat membaca, dan selamat memantapkan langkah untuk naik kelas beneran.